blabliblupblablop..

adi's posts with tag: sekedarnya

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag sekedarnya
Posted by adi on May 26, '08 6:37 AM for everyone

sebelumnya liat hagi ama ricky yang posting..iseng dan jadilah...

 

Hanya orang yang mempunyai kemampuan lebih yang dapat membuka File ini. Jika seandainya Anda sukses membuka File ini maka Anda akan menemukan nama-nama orang yang pernah dan bisa membuka file ini. Nah sekarang giliran Anda untuk mencobanya!

 

Seorang laki-laki mau masuk ke ruang kerjaanya, tetapi ia lupa dengan passwordnya, yang dia ingat hanya lima angka. Berikut petunjuk untuk lima angka tersebut:

 

1. Angka ke lima di tambah angka ke tiga sama dengan empat belas

2. Angka ke empat lebih besar satu angka dari angka ke dua

3. Angka pertama lebih kecil satu angka dari dua kali angka ke dua

4. Angka ke dua di tambah angka ke tiga sama dengan sepuluh

5. Jumlah keseluruhan angka tersebut sama dengan tiga puluh


Berapakah kelima angka tersebut?

Jawaban masing-masing angka diurut dari angka pertama sampai yang terakhir itu kunci untuk membuka File yang judulnya nyanyian kode itu.


Jika
Anda berhasil membuka file 'nyanyian kode' silakan tulis nama Anda di dalam daftar tersebut, dan kemudian kirimkan kembali ke teman dekat Anda...

Attachment: nyanyian kode.xls

Posted by adi on Jan 16, '08 3:37 AM for everyone

Posted by adi on Dec 17, '07 6:10 AM for everyone
Tema cinta ternyata memiliki ruang tersendiri di kalangan pemerhati dan pembuat film indie. Setidaknya, enam dari delapan film karya finalis yang ditampilkan dalam gelaran LA Lights Indie Movie 2007 menjadikan cinta sebagai benang merah (yang tidak disengaja), ketika film-film itu diputar dalam kegiatan roadshow-nya di Bandung, baru-baru ini.

Dengan menggunakan moto Film Gue, Cara Gue, para sineas muda dari empat kota yang tersaring dalam ajang itu berusaha menafsirkan cinta dengan gaya dan caranya masing-masing. Lihat saja film Naughty Matahari, yang mengisahkan penggalan hidup Azumi, seorang remaja yang baru saja masuk ke SMA. Sehari-hari, Azumi yang merupakan keturunan Indonesia-Jepang ini diasuh oleh ibunya. Namun, sekali dalam sebulan, sang ibu yang mengaku bekerja sebagai penari itu harus meninggalkan anak semata wayangnya untuk pergi mencari uang di luar negeri.

"Saya ingin seperti ibu," demikian yang tertanam di benak Azumi. Pasalnya, hasil jerih payah sang ibu, membuat Azumi hidup berkecukupan. Malah berlebihan. Azumi terlibat pergaulan bebas tanpa ada kontrol dari orang tua.

Namun itu semua, berbalik 180 derajat ketika Azumi melihat penampilan ibunya dalam sebuah film dewasa yang sengaja diputar pacarnya, sesaat sebelum keduanya melakukan hubungan seks di luar nikah. Ternyata, profesi yang dijalani ibu Azumi di luar negeri adalah pemain film dewasa.

Sutradara sekaligus penggagas film tersebut, Yuliasri Perdani tampaknya ingin menyindir rasa cinta para orang tua yang sering meninggalkan anaknya dengan harta tanpa kasih sayang.

"Ibu saya sering ke luar negeri, tapi nggak seperti itu. Ibu saya ikut konferensi. Suka terpikir juga, ngapain ya ibu saya kalau di luar negeri. Dari situ muncul ide liar saya yang jadi ide cerita film ini," kata mahasiswi dari Bandung ini menjelaskan asal muasal ide cerita tersebut.

Cinta dengan rasa yang lain coba diungkapkan secara visual oleh sutradara Willina Widiyarini lewat karyanya Jalan Kan Kuseberangi. Ide cerita yang dibangunnya cukup sederhana namun sangat mengena.

Tono, sebagai tokoh utama dalam film ini memiliki trauma yang mendalam ketika harus menyeberangi jalan. Pasalnya, dia ditinggalkan ibunya meninggal dunia ketika tengah menggandeng dirinya menyeberang jalan.

Masalah muncul ketika Tono jatuh cinta terhadap seorang gadis yang ada di seberang jalan, tempatnya sehari-hari berjalan. Lewat gaya bertutur komedi, Willina mencoba menggambarkan bagaimana cara Tono menghadapi ketakutannya. Setiap malam, Tono berlatih menyeberang jalan dengan bantuan seorang tukang ojek. Alhasil, dia mampu berjalan sendirian tanpa ada yang menemani.

Film Pendek

Gaya komedi yang tidak berlebihan ditambah akting pemerannya, menjadikan film ini sebagai salah satu karya dari Yogyakarta yang cukup diminati oleh sebagian besar penonton. Gelak tawa dan tepuk tangan kerap menyelingi adegan di film ini.

Tidak hanya yang sederhana, cinta yang dibumbui tingkah laku ekstrim mengarah ke psikopat juga terwakilkan lewat film Dami bukan Dummy.

Cerita ini dimulai dengan sebuah rumah yang cukup mewah namun hanya dihuni oleh seorang remaja pria. Namun, rasa cinta yang berlebihan terhadap mantan kekasihnya, membuat pria ini cenderung memiliki kelainan jiwa. Dia sering membiarkan rumahnya dimasuki maling. Bukan tanpa maksud. Setiap maling yang masuk akan dibekuk olehnya dan kemudian dipaksa mengenakan pakaian seksi milik mantan kekasihnya.

Akting natural Sapta Pasta sebagai pemeran utama membawa penonton ke dunia yang lain. Dingin dan tidak berperasaan. Terlebih ketika, dia memaksa korbannya berpose tidak senonoh.

Cukup menarik menyaksikan film-film pendek ini. Terlebih jika kita mengetahui delapan film yang diputar itu sudah ada dalam bentuk ide mulai bulan Juli 2007. Kala itu panitia menggelar acara di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.

Di setiap kota, sekitar 200 pelajar, mahasiswa, dan kalangan umum mendaftar menjadi peserta dengan modal ide cerita. Mereka mengikuti workshop yang meliputi penyutradaraan film pendek, penulisan naskah populer untuk film pendek, aspek manajemen film beranggaran kecil dan tips teknis untuk membuat film murah.

Film indie dapat berupa film pendek dan film panjang. Namun, PT Karya SET Film (SET Film), rumah produksi penggagas dan pelaksana kegiatan tersebut memilih ranah film pendek.Dari setiap kota, para peserta diseleksi menjadi 50 orang. Untuk penyaringan itu masing-masing harus membuat sinopsis pendek ide cerita dan mempresentasikannya kepada tim produser film yang menilainya dalam tahap Meet the Producers.

Lima puluh peserta terpilih kemudian diseleksi lagi menjadi tinggal 10 orang. Sepuluh peserta tersebut dipecah menjadi dua kelompok, sementara dari 10 ide cerita mereka dipilih dua cerita terbaik. Dua kelompok tersebutlah yang berhak memfilmkan dua ide cerita terbaik itu dengan dana Rp 15 juta per kelompok dari panitia.

Delapan kelompok dengan delapan film pendek akan masuk ke tahap akhir untuk menjadi Best Movie (satu film), Favorite Movie (satu film pilihan penonton lewat SMS), dan Best Jury Prize (satu film terbaik versi dewan juri). Januari 2008 para pemenang lomba itu akan diumumkan.

Delapan film pendek itu adalah Mata Sinar dan Sumbo (Jakarta); Dami Bukan Dummy dan Naughty Matahari (Bandung); 1000 Shura dan Anak-anak itu Terlahir dari Doa (Surabaya), serta Cinta dalam Sepotong Es Krim dan Jalan Kan Kuseberangi (Yogyakarta). [SP/Adi Marsiela]

Published: 13/12/07


Posted by adi on Sep 27, '07 8:17 AM for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Hampir tengah hari saat saya menginjakan kaki di halaman Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (27/9). Kedatangan saya untuk mengikuti persidangan tiga orang terdakwa dalam kasus penyuntikan formalin terhadap Cliff Muntu, praja IPDN.
Namun, ketika mata memandang ke halaman pengadilan, banyak orang yang berjalan menjauhi tempat teduh dan rela berpanas-panasan menatap ke atas langit. Satu hal yang aneh.
Penasaran, saya pun ikut mendongak dan memicingkan mata saat sorot sinar matahari itu terasa menusuk mata. oh..oh..oh..rupanya fenomena halo. sebuah pemandangan (biasa) yang dianggap luar biasa. Ada lingkaran di luar matahari. Ada yang bilang warnanya seperti pelangi, tapi kata saya mah tidak seperti itu. Teman-teman yang bawa kamera langsung mengabadikan momen itu. Saya memilih diam-sebelum sadar tampaknya fenomena itu harus didokumentasikan. Setidaknya bisa dipasang juga kan di multiply..(tetep biar eksis)
sebenarnya, fenomena halo adalah lingkaran cahaya seakan-akan pelangi yang mengelilingi Matahari atau Bulan. Ia adalah sejenis fenomena optik. Ia adalah fenomena yang lebih kerap terjadi daripada kejadian pelangi. Di bahagian Eropah dan sebahagian daripada AS sering berlaku dan boleh dilihat dalam lingkungan dua kali seminggu.
Terdapat banyak jenis halo, tetapi kebanyakannya terjadi dari kristal es dalam awan sirus sejuk yang terletak pada ketinggian 5–10 km di lapisan troposfera atas. Bentuk dan orientasi kristal-kristal ini menentukan bentuk halo yang terjadi. Mudahnya, kristal es ini membiaskan cahaya matahari atau bulan sehingga membentuk cincin.
Ya fenomena ini juga bisa terjadi di malam hari dan memang lebih nyaman menikmatinya di malam hari. Ga silau, itu pasti. selamat menikmati.

Posted by adi on Sep 21, '07 12:37 PM for everyone

Students of the Wyata Guna Social Center for the Development of Blind People perform on Sept. 7 at the Blind Resto in Pasir Kaliki Square, Bandung. (JP/Arya Dipa)

Diners offered new way of looking at food

Arya Dipa, The Jakarta Post, Bandung

Students of the Wyata Guna Social Center for the Development of Blind People performed in early September at the Blind Resto in Pasir Kaliki Square, Bandung, to celebrate the cafe's inclusion in the Indonesian Museum of Records (MURI).

The young actors call themselves Palagan, a name taken from a battlefield in a shadow puppet story.

"There is still a yawning gap between our dreams and our reality. Every day is a struggle, which is why we have assumed the name of a battlefield," said Suhendar, 30, a graduate of the center.

The visually impaired performers in Palagan are aged between seven and 15. At the Blind Resto, they acted out the story of a Peeping Tom who was caught in the act but never brought to justice.

They also sang songs from a range of genres including pop, dangdut, jazz and traditional Sundanese music.

The talents of the students from Wyata Guna came to light thanks to the simple idea of Ari Kurniawan, the owner of the Blind Resto, which opened six months ago. At the restaurant, guests dine in total darkness and are served by blind waiters.

"I got to thinking one day about how unaccustomed most people are to being in the dark. The blind are extraordinary as they can do everything, including waiting tables in a restaurant."

Ari's idea got a warm response from MURI, which has recognized it as the first restaurant in the country to have blind waiters. "We are appreciative both of its marketing potential and its contribution to society," said MURI's founder Jaya Suprana.

Suhendar, who has been visually impaired from birth, said it was hard for people like him to find work despite the existence of an equal opportunity law that stipulates 1 percent of jobs in the private sector must go to people with disabilities.

Firli Abdullah, 22, who works at the Blind Resto, said he had previously played guitar in a band. "I happily took up the offer. It is good to see blind people being given a fair go," Firli said.

Arie said the staff he employed were able to navigate the pitch-black restaurant without any difficulty.

The only think Firly cannot do is to tell whether diners have finished their meals and it is appropriate to clear the table. In this situation, he usually gets help from his fellow waiters, who wear infrared glasses and therefore can see in the dark.

"Guests are usually surprised to find out I am blind," Firli said.


Posted by adi on Sep 21, '07 12:14 PM for everyone

"Siapa yang bisa lebih besar dari mereka di Indonesia?” tanya perupa Sunaryo Sutono kepada SP soal Soekarno-Hatta di kediamannya yang asri, beberapa waktu lalu.  

Bagi perupa berusia 64 tahun, sosok kedua proklamator Indonesia itu memang tidak dapat dilepaskan dari sejarah negara ini. Khusus untuk presiden pertama Indonesia yang dilahirkan dengan nama kecil Kusno Sosrodihardjo, Sunaryo memiliki kesan tersendiri. “Itu idola saya,” ujarnya. 

Aura kekaguman terhadap Soekarno itu sudah ditunjukkannya semenjak dia masih duduk di kelas dua sekolah dasar. Selain membuat gambar - yang kemudian dibubuhi kumis oleh teman-temannya - Sunaryo juga sempat ngotot meminta agar dibuatkan setelan jas dengan empat kantong di bagian depan dan berwarna putih sebagai hadiah Lebaran.  

“Ternyata baju itu memang dirancang sendiri olehnya. Soekarno ingin agar bangsanya yang sudah mengalami penjajahan, rakyatnya tidak minder. Makanya mengenakan baju yang gagah seperti itu.”  

Kenangan masa lalu Sunaryo tentang kekagumannya pada Soekarno dan Hatta ternyata menjadi tantangan tersendiri baginya di masa kini. Dia diberi tanggungjawab untuk 'menuangkan' kekagumannya dalam bentuk patung. 

Sekitar dua tahun lalu, rombongan Direktur Angkasa Pura datang ke kediamannya. Mereka memaparkan ide tentang pembuatan patung proklamator di wilayah Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Meski demikian, Sunaryo harus mengikutsertakan idenya dalam beauty contest terkait rancangan patung tersebut.  

“Saya tidak menganggap ini sebagai proyek, tapi tantangan. Ada dua yang lain dalam beauty contest itu,” tegas dia sembari membenarkan posisi kacamatanya.  

Saat masih duduk di bangku akhir perkuliahannya di Seni Rupa Institut Teknologi Bandung, Sunaryo melibatkan diri dalam pembuatan ornamen makam Soekarno di Blitar. Baru pada tahun 1978, makam itu dipugar dan dibangun, selesai pada tahun 1979. Tepat pada haul Bung Karno, 21 Juni 1979, Soeharto meresmikan bangunan makam. Konon, itu adalah kedatangan pertama Soeharto ke makam Soekarno semenjak tahun 1970. 

Beberapa tahun ke belakang, Sunaryo diminta untuk membuat desain relief perjalanan Soekarno semenjak dilahirkan sampai akhir hayatnya. Relief berukuran panjang sekitar 40 meter dan tinggi 2,5 meter itu dipasang pada dinding di wilayah makam tersebut.  

“Saya tadinya tidak mau, karena malas urusan administrasi birokrasi dalam proyek. Kalau yang sekarang (patung Soekarno-Hatta), tantangan buat saya,” ujarnya sembari menceritakan kalau akhirnya relief perjalanan itu dia buat dan diresmikan oleh presiden kala itu, Megawati. 

Untuk membuat model yang diminta oleh PT Angkasa Pura II, perupa kelahiran Banyumas, 15 Mei 1949 itu menghabiskan waktu sekitar satu bulan untuk memancing idenya. 

Menurut dia, Soekarno-Hatta itu adalah dua jiwa dalam satu tubuh Indonesia. Pembuatannya tidak boleh hanya sekedar penanda, melainkan sebagai sebuah perwakilan dari gagasan atau cita-cita yang ingin disampaikan oleh keduanya ketika masih hidup.  

“Seperti ideologi. Kalau hanya sebagai greeter (penyambut) di Indonesia, sangat mengecilkan artinya. Makanya harus menghadap ke Jakarta, untuk membekali mereka yang akan pergi ke luar negeri dengan semangat nasionalisme,” terang ayah dari tiga orang anak ini.  

Setelah ditunjuk sebagai pembuatnya, dia pun memanggil dua orang yang dianggapnya mirip dengan Soekarno-Hatta. Mereka berdua disuruh mengenakan pakaian seperti jas dan disuruh berdiri dengan berbagai posisi. Intinya, Sunaryo menginginkan agar kesan Bung Karno yang dinamik dan Bung Hatta yang selalu 'hati-hati' dalam melangkah bisa tergambarkan dengan baik.  

Kedua model itu dia suruh bergaya. Yang Soekarno diminta agar menunjuk dan melihat jauh ke depan sembari tetap memegang tongkat komando. Sedangkan Hatta, melangkah dengan kehati-hatian sembari membawa buku. Berbagai gaya itu diabadikan oleh seorang fotografer yang memotret dari berbagai arah. “Saya hanya mengamati dari jauh,” imbuhnya. 

Bagi Sunaryo yang pernah menyaksikan pidato Bung Karno secara langsung pada masa kecilnya, patung itu harus dapat menggambarkan Soekarno sebagai seseorang yang bergelora dan memiliki cita-cita tinggi. Di sampingnya Hatta, ia gambarkan sebagai pemikir yang penuh perhitungan, realistis, dan memiliki kehidupan sederhana.  

Akhirnya, dia memutuskan penggambaran Soekarno yang tepat adalah saat berdiri tongkat komando di kanannya sembari tangan yang satunya menunjuk jauh ke depan. Ide dasar berubah ketika ditawarkan ke PT Angkasa Pura II. Tongkat komando diapit di kiri sembari tangah kanannya menunjuk ke depan.  

“Patung ini seakan bicara, di sana! Sebagai arahan masa depan dan cita-cita bangsa. Tongkat komando itu dalam militer di tangan kiri bukan kanan, sebagai gambaran kepemimpinan yang terus memberi semangat dan inspirasi tentang masa depan kemerdekaan dan demokrasi.” 

Sedangkan Hatta, berjalan mendampinginya dengan kaki kanan tertekuk sedikit sebagai gambaran kehatian-hatiannya sembari mengamit buku. Sebagai cendekiawan, tubuh Bung Hatta adalah pemikiran dan pandangan-pandangan kritis rasional serta penuh perhitungan. Tubuh yang tenang, sederhana, dan menunjukkan kerendahan hati terlihat dari busananya yang bersahaja. 

Akhirnya setelah bergulat dengan ide dan kreasinya selama 1,5 tahun, perupa yang membuat Monumen Sudirman (Jakarta), Monumen Jogja Kembali (Yogyakarta), Monumen Bandung Lautan Api, Monumen Dasasila Bandung, serta Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Bandung) ini mampu menyelesaikan tantangannya yang diberikan kepadanya dengan harga senilai Rp 4 miliar. “Saya tidak lihat biaya.” 

Dalam berkarya, dia dibantu oleh beberapa orang stafnya. Untuk pengecoran, dia melibatkan 20 orang pekerja. Masing-masing terbagi tugas dalam menggotong dan membakar. Sebelum ke bentuk asli, dibentuk terlebih dulu model skala 1:5.

Tinggi patung Bung Karno 7.8 meter, sedangkan Bung Hatta sedikit lebih pendek. Sementara landasannya sendiri setinggi 4.8 meter sehingga total tinggi monumen sekitar 12.6 meter. Landasan patung yang terbuat dari batu granit, sedang patungnya terbuat dari perunggu.  

Untuk memfungsikan monumen ini sebagai landmark, di sekelilingnya dibuat kolam air mancur. “Sebagai petunjuk, selain air mancur ada juga patung. Selain itu untuk simbol gerak-gelora kehidupan dua simbol tersebut,” katanya. 

Petunjuk ini penting karena patung tersebut berada di jalur cepat. Idealnya patung itu dilihat dari jarak 40 meter. Sunaryo menuturkan ukuran patung itu disesuaikan dengan master plan dari Angkasa Pura yang bakal menata kawasan tersebut.  

Buat Sunaryo, yang pernah menyalami Soekarno usai berpidato di Purwokerto saat usianya masih sangat muda, dia juga mengalami kesulitan dalam menggarap patung yang sudah diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 29 Agustus 2007 lalu.  

“Bagian hidung Soekarno itu paling sulit menggarapnya, namun ada berbagai dokumentasi yang dapat membantu. Saya harap monument ini dapat mengabadikan sesuatu. Karena buat saya auranya (Soekarno-Hatta) itu nge-fans,” ungkap dia sembari tertawa. [SP/Adi Marsiela]


Posted by adi on Aug 31, '07 6:33 AM for everyone

a_okhi_irawan 4:33 PM Mas Colenaknya atu dong
colenak 4:34 PM boleh dibungkus atau diembat di sini?
a_okhi_irawan 4:35 PM huehueuheuheu bungkuslah, ga enak banyak orang disini mah say
colenak 4:35 PM mau yang paket BAB atau BAK?
colenak 4:36 PM mumpung lagi ada promosinya pak...
a_okhi_irawan 4:37 PM wah apa bedanya?kayaknya menarik
colenak 4:38 PM BAB itu paket yang agak besar disesuaikan seperti Buang Air Besar
colenak 4:38 PM yang agak kecil porsi dua orang BAK alias Buang Air Kecil
a_okhi_irawan 4:38 PM tapi rasanya tidak seseram namanya kan mas?
a_okhi_irawan 4:39 PM ada sample?
colenak 4:39 PM ada kebetulan toiletnya lagi kosong, bisa dicari sendiri di sana
colenak 4:39 PM tapi dijamin sekali coba ketagihan
a_okhi_irawan 4:40 PM hebat BAB bisa juga punya daya adiksi
a_okhi_irawan 4:40 PM pakau kali ahhh
a_okhi_irawan 4:40 PM heuhuee
colenak 4:40 PM jadi mau ga? kalau ga saya kasih ke wage yang udah antri dari tadi
a_okhi_irawan 4:40 PM wage kayaknya lebih membutuhkan
colenak 4:41 PM liat aja tampangnya udah kaya yang mau BAB ama BAK sekaligus
a_okhi_irawan 4:41 PM gelo
a_okhi_irawan 4:42 PM itu dah tampang paling okey
colenak 4:42 PM oh yang paket gelo udah abis ama bayu, liat aja ampe giting gitu tampak sulit dihudangkeun
a_okhi_irawan 4:42 PM huehuehuheuheuhu
colenak 4:43 PM bapak ngetawain saya? kenapa? tampang saya emang kaya jojon?
a_okhi_irawan 4:44 PM mirip sih dikit, tinggal kasi kumis ala fuhrer
a_okhi_irawan 4:44 PM di mohawk ala gogon jugagagah loh buat mas adi
colenak 4:45 PM gogon? takut ah, nanti ditangkep ama polisi
a_okhi_irawan 4:48 PM Gaol you know
a_okhi_irawan 4:48 PM hare gene
colenak 4:48 PM siapa ya hare gene? kasian amat dinamain begitu ama orang tuanya. pasti bapaknya suka bingung bedain huruf i ama e
a_okhi_irawan 4:49 PM Ya mas Gogon lah
a_okhi_irawan 4:49 PM heueuh
a_okhi_irawan 4:49 PM udah bau liang kubur masih puber
colenak 4:50 PM oh gogon, iya dia emang gaol makanya pas ditangkep polisi banyak televisi yang menyiarkannya..seperti presiden aja sering nongol di televisi
a_okhi_irawan 4:51 PM sok pasti, tapi geng Srimulat kayak orang yang baru puber
colenak 4:52 PM bukan baru puber pak, mungkin baru ngerasain punya istri dua. sekalian tanya pak, jadi pesen colenak yang mana?
a_okhi_irawan 4:53 PM pelawak indon kena gegar budaya
a_okhi_irawan 4:53 PM kalap dibawa kaya dikit
a_okhi_irawan 4:54 PM colenak yang BAB di mix ama BAK
a_okhi_irawan 4:54 PM plus cengek
a_okhi_irawan 4:54 PM yang ini penting -------->CENGEK
colenak 4:54 PM pak kalo cengek paketnya ama gehu dan dodol
colenak 4:54 PM ga bisa ambil yang colenak
a_okhi_irawan 4:56 PM ini versi terbaru, penemuan brilian disamping Bill Gates sekalipun
a_okhi_irawan 4:56 PM COLENAK BABBAK feat CENGEK
colenak 4:56 PM bill gates teh siapa ya?
colenak 4:57 PM yang saya tau si bili preman pasar ciroyom tempat saya beli peuyeum
colenak 4:57 PM gelo da si bili mah, di imahna di padalarang, peuyeum ditalian tapi maung dianteupkeun teu ditalian
colenak 4:58 PM sok aja kalo mau liat mah, saya bawa ke sana
a_okhi_irawan 4:58 PM Coba browse di notebooknya yang canggih itu, pasti ketemu yang namanya Bill Gates. Tapi bili mah yeu apal sayah ogeh
colenak 4:59 PM ah saya dibohongan ku si bili mun kitu mah
colenak 4:59 PM da bebejana si eta teh preman oge di alun2 bandung sanes di ciroyom hungkul
colenak 5:00 PM lamun teu tiasa ngajaprem, biasana nginjeum kamera batur di alun2 trus motoan jelema, teras dijual dedet da geus dipoto saurna
a_okhi_irawan 5:00 PM weis ngeri euy maenannya ama tokoh masyarakat
colenak 5:00 PM ieu poto nya pa, make pe-nu aya di panta sanes nu aya di pespa
a_okhi_irawan 5:00 PM kade akh
colenak 5:01 PM oh jadi bill gates teh tokoh masyarakat? sangka abdi nu jualan panto..da aya gates na kitu dina ngaran toko
a_okhi_irawan 5:01 PM kalo ga salah mah itu usaha imperium keluarganya
a_okhi_irawan 5:02 PM kayak kelluarga Cendana aja
a_okhi_irawan 5:02 PM maen di segala lini
colenak 5:02 PM oh cendana ya pak..kalo itu mah satu meternya Rp 23 ribu aja
colenak 5:02 PM kalau satu keluarga saya ga tau harganya berapa?
colenak 5:03 PM trus jadi beli colenak atau dodol itu teh?
a_okhi_irawan 5:03 PM jadi inget Gehu euy
colenak 5:04 PM gehu mah ulah diinget pak, kanggo dituang
colenak 5:04 PM ambeh wareg meserna dua kilo we nya..sakantenan sadayana
a_okhi_irawan 5:04 PM Ya Gehu Cendana, itu juga sebagian dari Imperium Cendana
a_okhi_irawan 5:04 PM manawi teh sareng rodana jang
a_okhi_irawan 5:05 PM huhauahhuaua
colenak 5:05 PM imperium? sarupaning alumunium? diicalna kumaha? sae teu kanggo bisnis? bade ngalih we ah mun sae mah
colenak 5:05 PM roda mah tos aya nu mesen, aa bili, kanggo motret di alun2 ceunah
a_okhi_irawan 5:06 PM muhun sami eta oge
a_okhi_irawan 5:06 PM prospektus pak
a_okhi_irawan 5:06 PM tiasa dianggo usaha
colenak 5:06 PM nah mun ieu saya ngartos pak, prospektus teh sarupaning prostitusi nu aya di saritem sanes?
colenak 5:07 PM mun eta mah dijamin payu saalam dunya...duka teuing di akherat
a_okhi_irawan 5:08 PM weiy, masih jadi member?
a_okhi_irawan 5:08 PM gold ato silper?
a_okhi_irawan 5:08 PM ck ck ck ck
colenak 5:08 PM sakedap, silper teh make pe nu dina pespa pan?
a_okhi_irawan 5:09 PM leres
colenak 5:09 PM mun kitu mah abdi teh sanes nu silper...
colenak 5:09 PM da upami ka saritem biasana ge paling ka polsek atawa ka daarut taubah..
colenak 5:10 PM saurna mah aya aa don nu langkung sae dina khotbah
a_okhi_irawan 5:10 PM hah
a_okhi_irawan 5:10 PM janten santri aa Ndon
a_okhi_irawan 5:10 PM ?
a_okhi_irawan 5:10 PM hebat
colenak 5:11 PM matakna a, upami ka ditu ulah ka jero wae...di payun mah tiasa tepang sareng aa don..duka santri duka milarian naon
a_okhi_irawan 5:11 PM Teu apal atuh nya A, abdi mah rumaos teuterang
colenak 5:12 PM ah aa mah sok kitu...
colenak 5:12 PM ulah isin isin atuh...
colenak 5:14 PM kamari ge aya aa gatal nu datang naroskeun upami di jero saritem teh aman teu? ku saya dijawab we, aman wae da tara awa maling..sumuhan pak, kamari ge nunda motor meunang nginjeum teu dikoncian, sihoreng teh geus waas bisi leungit, untung aya keneh pas beres ulin ka polsek
colenak 5:14 PM aa...eta aa bayu ge geus hudang
colenak 5:15 PM taros geura aa, ngeunah teu colenak na?
a_okhi_irawan 5:15 PM hehehehehhehe
colenak 5:16 PM a, punten seep colenak sareng gehuna..dipesen ku aa bili kanggo ngamankeun saritem, rek aya repolusi-ieu make pe nu aya dina pespa nya a
a_okhi_irawan 5:18 PM repolusi lah vokona mah
colenak 5:18 PM siap atuh mun kitu mah
colenak 5:19 PM saya ngabungkus colenak nu BAB heula nya a...
colenak 5:19 PM enjing we dongkap deui upami hoyong colenak mah
colenak 5:19 PM yu ah, abdi ti payun


Posted by adi on Aug 29, '07 6:11 AM for everyone
Berbagi pengalaman saja soal mengamati gerhana yang terjadi Selasa (28/8) kemarin. Ternyata mengamati fenomena alam seperti gerhana itu sudah menjadikan sebagian orang penasaran dan 'tertantang'. Ga seperti dulu lagi yang disuruh nyumput di kolong meja kalau tiba-tiba terjadi gerhana. Apalagi buat ibu hamil, yang memang ingin melahirkan anaknya dengan sempurna sebaiknya menghindari kejadian itu dengan berdiam di bawah tempat tidur. Kejadian yang paling heboh waktu tahun 1983 dulu waktu ada gerhana matahari.

Tapi sekarang, fenomena alam ini menjadi daya tarik tersendiri. Belum lagi, media massa banyak yang menjadikannya sebagai isu yang sangat penting-sampai dibahas berulangkali. Astronomi memang menarik, apalagi di Yunani yang ada ceritanya. Gue sih baru kepikiran kalau ternyata lewat fenomena astronomi bisa lebih mudah mengajarkan anak-anak mengenai fisika.

Kenapa gue taunya telat ya? hehehe...kalau dari dulu tau kan ane jadi seneng ama pelajaran fisika. Tapi ya sudahlah...
Memang kemarin gerhana bulan total yang baru kejadian lagi 18 tahun mendatang-maksudnya-di tempat yang sama, baru bisa diliat sama mata telanjang pas udah momen puncaknya. Bulan yang tampak merah itu tidak terlihat....baru bisa keliatan pas bayangan Bumi meninggalkan permukaan Bulan.

Soal teknisnya bagaimana gerhana itu bisa ada dan waktunya seperti apa saja, rasanya sudah cukup banyak diulas media massa. Tinggal dibaca aja...Foto di atas itu hasil dari empat foto yang diolah digital dan disatukan, semoga bisa jadi sedikit oleh-oleh buat yang terlewat melihatnya.




Posted by adi on Jul 24, '07 10:36 AM for everyone
Semenjak pertama mendengar kabar ada warga Jatinangor yang meninggal setelah dikeroyok oleh beberapa orang praja, langsung pikiran menerawang pada headline berita di koran keesokan harinya. Pastilah, isinya menghujat IPDN yang memang tengah berusaha membangun image-nya sebagai lembaga pendidikan kedinasan yang memang masih patut dipertahankan (iya ga sih?).
Entah jengah atau jenuh, tapi yang terpikir saat itu peristiwa meninggalnya Wendi Budiman pastilah bisa menjadi sebuah bahan pemberitaan yang menarik. Terbersit ide untuk menuliskan seperti apa sebenarnya latar belakang Wendi (yang diklaim sebagai korban-memang karena sekarang dia sudah almarhum-semoga diterima di sisiNya).
Belakangan atau tepatnya Selasa (24/7) sore, tiga orang purna praja (yang udah lulus dari IPDN) buka mulut. Gondo Widodo, Andi Irmayanti, dan Megawati mengatakan sebelum ada kejadian pemukulan terhadap Wendi, mereka bertiga sempat mendapatkan masalah dari Wendi.
Andi dan Megawati, keduanya perempuan, mengaku mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari Wendi dan kawan-kawannya. "Mereka mendekat-mendekat, kami terganggu dan maju ke depan," kata Andi.
Keputusan untuk maju dan mendekat ke arah Gondo ternyata dimaknai lain oleh Wendi cs yang saat itu, kata Gondo, mulutnya berbau alkohol, bicara tidak becus, dan jalannya sempoyongan.
Gondo mendapatkan 'hadiah' sundutan rokok di tengkuknya, setelah itu rokok tersebut dijatuhkan oleh Wendi. "Saya kesal dan sakit. Rokok itu saya injak dengan kaki," papar Gondo.
Ternyata tindakannya itu malah membuat dirinya dipiting dan menjadi bulan-bulanan Wendi cs. Dia dipukuli sampai bagian di bawah mata kanannya sembab, ada lecet di dahinya, dan bibirnya pecah.
Begitu pintu lift terbuka, Mega dan Andi bergegas meminta tolong keluar. Bambang sendiri yang dari tadi terpisah dengan Gondo di dalam lift tidak bisa berbuat banyak kecuali menahan agar pintu lift terbuka lebih lama.
Beruntung pertolongan datang. Sekelompok orang datang dan menarik tubuh Gondo yang sudah terjatuh dan tetap dipukuli. "Kalau tidak diselamatkan, mungkin saya yang mati," jelas dia.
Baik Gondo, Andi, dan Mega mengaku tidak mengetahui kejadian selanjutnya. Mereka sudah diamankan di dalam tempat biliar. "Kami tahu ada ribut-ribut, tapi tidak melihatnya."
Hal yang terjadi belakangan sudah kita ketahui semua, Wendi terluka di beberapa bagian sampai dia pingsan dan tidak bangun lagi untuk selamanya setelah dirawat di Rumah Sakit Sumedang.
Warga Jatinangor, tukang ojek, dan mahasiswa sekitar kampus IPDN pun mendatangi kampus pencetak birokrat sipil itu secara berturut-turut, Senin dan Selasa. Satu kata yang mereka sepakat. "Bubarkan IPDN!!"
Kronologis itu memang berbeda dengan yang dipakai polisi. Kronologis polisi sendiri sudah tersiar di berbagai media massa.
Yang menarik perhatian, kenapa eh kenapa, wasana praja (tingkat IV) IPDN bisa-bisanya ikut memukuli Wendi. Ikut memukul itu bukan asumsi tapi pengakuan dari lima orang praja yang ada di ruang tahanan Mapolres Sumedang sekarang ini. Bukannya mereka yang sudah hampir diwisuda, dan bahkan dikukuhkan oleh presiden bulan Agustus nanti tetap saja sebagai praja yang tidak boleh keluar lebih dari jam 10 malam, mereka harusnya masih menggunakan seragam IPDN, mereka sebagai calon pamong praja seharusnya melerai bukan ikut mukul.
Mengapa oh mengapa...pengeroyokan itu masih ada....? Ga malu sama penonton bola yang cukup militan dan bisa menerima hasil kekalahan di Piala Asia lalu?


Posted by adi on Jul 13, '07 4:26 PM for everyone

Jam setengah sebelas malam, telepon seluler bergetar...eh ada pesan singkat masuk dari seorang teman perempuan. emang kita berdua sering ngomong atau sms mau ketemu tapi kebanyakan gagal, saya bisa, eh dianya yang ga bisa. sebelumnya sempat makan bareng. tidak ada yang aneh, dia memang teman yang menyenangkan. Tapi malam itu dia bilang

"sori ya ga bs pergi ntn, padahal pgn"

saya balas "jgan atuh bisi bogoh"

"mana ada yang mau bogoh sm org gondrng yang sibuk ga jls. Ga bosn kerja spt skrg. sibugh mulu?"

Saya balas "ya mau gemana lg, sapa tau bisa nolong org lebih bnyak lewat kerjaan skarang"

"Kalau mau nolong org banyak mah sekalian aja jd pendeta ga usah jd wrtawn"

.....ups, selesailah sudah kegiatan saling balas membalas pesan singkat malam itu.

hmm, jadi teringat cerita seorang teman seprofesi yang sudah bobogohan dan bertemu dengan calon mertua. sehabis pertemuan itu sang teman ngaku kalau calon mertuanya (amin...ku urang didoakeun) bertanya pada anaknya. "Apa si aa ga mau cari kerja laen?"

hahaha...ternyata baru tau rasanya bingung berkomentar soal pekerjaan, terlebih saat disarankan menjadi pendeta...


Posted by adi on Jul 7, '07 6:35 AM for everyone
makin deket aja ama waktu magrib, tambah pusing euy, liat-liat multiply orang sembari mikir gemana caranya datang ke beberapa undangan di waktu yang sama, kenapa atuh pada buat acara tanggal dan waktunya sama, 7/7/7. buat bagi waktu aja pusing, ditambah bagi-bagi angpaonya, memang buat yang ngejalanin acara itu bakal jadi momen yang luar biasa (mungkin), tapi pernah pikir ga kalo buat acara di tanggal yang sama dan mungkin kebanyakan orang berpikir itu momen yang cocok buat dikenang. Yang pasti mah tanggal itu ga akan kelupa...

Posted by adi on Jun 11, '07 7:57 AM for everyone
terus terang aja, gue kebingungan harus menulis apa di dalam blog ini. Setelah dipikirkan beberapa waktu lamanya, gue milih untuk tidak hanya memasukkan tulisan-tulisan yang tidak terkait dengan kerjaan sehari-hari. Buat apa?
Nah itu dia, jawabannya setelah direnungkan (hahaha..merenung, emangnya di WC) akhirnya gue yakin betul, jawabannya adalah buat eksistensi diri. Minimal buat menyenangkan diri sendiri.
ah...semoga ini bisa jadi awal buat saya menulis hal-hal lainnya.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help