blabliblupblablop..

Jepret Sana Jepret Sini

Posted by adi on Apr 1, '08 8:45 AM for everyone
Baru selesai dibangun tiga bulan lalu, satu dari tiga ruang kelas baru di komplek SD Pasundan 3 Babakan Ciparay, Kota Bandung ambruk. Akibatnya, 22 orang siswa kelas dua yang tengah belajar Bahasa Indonesia di dalamnya harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Rajawali, Kamis (27/3). "Ada yang berdarah, ada juga yang menangis," kata Dedi Baihaqi (28) guru kelas enam SD Pasundan 3 yang ikut mengeluarkan para siswa dari dalam kelas.

Dua dari 22 siswa itu hingga Kamis (27/3) malam masih mendapatkan perawatan. Keduanya adalah Rofi Rahmadia (8) yang menderita patah tulang pada betis kirinya dan Asti Setiawati (8) yang retak di pelipis kirinya mendapatkan perawatan di ruang PICU RS Rajawali karena sempat tidak sadarkan diri. "Semuanya ada 22 anak," papar Kepala Unit Gawat Darurat RS Rajawali dokter Dodo Wangsaatmaja.

Ruang kelas yang ambruk itu merupakan satu dari 10 ruang kelas yang ada di komplek sekolah SD Pasundan 2, 3, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pasundan 9.

Imam Maliq (8), salah seorang siswa kelas dua yang belajar di kelas itu menuturkan, atap kelas itu langsung jatuh ke bawah dan menimpanya tanpa ada tanda-tanda seperti debu atau plafon yang berjatuhan dahulu. Imam yang mendapatkan dua jahitan di bagian kepalanya ini mengaku baru bisa keluar dari dalam kelas setelah ada orang dewasa yang menariknya. "Tidak tahu oleh siapa," papar dia ketika ditemui di rumahnya.

Bersama teman-temannya, Imam baru dua hari menggunakan ruangan kelas yang biasanya digunakan oleh siswa SMP Pasundan 9 itu.

Kepala Sekolah SMP Pasundan 9 Iman Saiman menjelaskan pembangunan tiga ruang kelas yang masing-masing berukuran sekitar 8x9 meter itu sudah berlangsung ketika dirinya baru bertugas di situ. "Saya masuk November, proses (pembangunan) sudah jalan."

Berdasarkan pengamatan SP, kayu penopang utama di bagian atas kelas banyak yang berwarna hitam dan urat-urat kayunya sudah merekah. Walikota Bandung Dada Rosada yang meninjau langsung ke sekolah itu menyatakan bagian bawah ruang kelas itu memang masih baru, namun bagian atasnya tidak. "Ini tembok baru, tapi itu kayu lama," paparnya.

Sebelum kejadian ini, Pemerintah Kota Bandung sudah membentuk tim inventarisasi bangunan-bangunan yang rusak pasca runtuhnya ruangan kelas di SD Babakan Surabaya, 12 Maret lalu. Menurut Dada pada tahun 2008 ini akan ada 205 ruang kelas yang dibangun pihaknya.

Pembangunan ini menyusul hasil inventarisir data dari tim yang menyatakan 1.015 dari sekitar 5.300 ruang kelas dari berbagai tingkatan di Kota Bandung rusak parah. "Yang akan kita bangun 205 kelas dari pemprov Rp 8 miliar bantuan. Ini (SD Pasundan 3) yang di luar inventarisasi tim kita," paparnya.

Dia juga mengungkapkan pembangunan di komplek SMP Pasundan 9 ini menggunakan dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 110 juta. Dana itu, sambungnya, diserahkan kepada dan dikelola oleh komite sekolah yang bersangkutan. "Ini swakelola diserahkan kepada sekolah."

Menyoal biaya pengobatan, Dada mengungkapkan semua itu ditanggung oleh pemerintah kota. Mengenai kemungkinan pelanggaran hukum dalam pembangunan gedung sekolah itu, dia menyerahkan semuanya kepada polisi untuk menyidiknya.

Kepala Kepolisian Resort Kota Bandung Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Teddy Setiady mengatakan pihaknya sementara ini masih menilai ambruknya kelas ini sebagai kecelakaan.

Namun, tidak tertutup kemungkinan akan ada yang menjadi tersangka. Polisi, sambung dia, langsung memeriksa kepala sekolah SD Pasundan 3 Iman Raksa Santosa. "Harus ada yang mempertanggungjawabkannya. Mungkin ini tidak sesuai konstruksinya," ujar dia yang juga langsung datang ke kelas tersebut.

Sekolah Rusak

Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji mengungkapkan dari 1.015 ruang kelas yang rusak berat itu, ada 102 ruang kelas yang harus dibongkar dan sekitar 600 ruangan kelas yang bakal diperbaiki pada tahun 2008 ini.

"Dananya role sharing dari provinsi Rp 8,2 miliar, dari APBD Kota Bandung Rp 14,2 miliar. Kalau yang dari APBN belum tahu," ungkap dia.

Oji juga menghimbau kepada seluruh kepala sekolah dari berbagai tingkatan untuk selalu memperhatikan dan melakukan pengawasan pada bangunan-bangunan yang sudah rusak. "Harus ada upaya untuk menopang, membongkar, dan memperbaiki. Ini saja baru tiga bulan selesai bisa begini. Pengawasan juga harus jalan," tuturnya. [SP/Adi Marsiela]

SP/Adi Marsiela.seorang suster Rumah Sakit Rajawali dan Tumijan (dua dari kiri), mengangkat Rofi Rahmadia, putranya yang menderita patah kaki, dari ruang rawat anak untuk di-scan kepalanya, Jumat (28/3). Rofi merupakan satu dari dua orang anak SD Pasundan 3 Bandung yang menjadi korban ambruknya ruang kelas mereka dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut.
  
SP/Adi Marsiela.Ibu Masitoh (52) menemani Asti Setiawati (8), anaknya yang menderita gegar otak ringan dan menjalani perawatan ruang PICU Rumah Sakit Rajawali, Bandung, Jumat (28/3). Asti merupakan satu dari dua orang anak SD Pasundan 3 Bandung yang menjadi korban ambruknya ruang kelas mereka dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut.
  
SP/Adi Marsiela.Sejumlah warga di sekitar komplek SD Pasundan 3 Babakan Ciparay, Bandung datang untuk melihat secara langsung ruang kelas yang ambruk, Jumat (28/3) pagi. Akibat peristiwa ini, 2 dari 22 orang siswa yang tertimpa saat belajar menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Rajawali, Bandung.
  
SP/Adi Marsiela.Dua orang karyawan SMP Pasundan 9 Babakan Ciparay, Bandung mengumpulkan barang-barang milik siswa SD Pasundan 3 Babakan Ciparay yang tertimpa runtuhan pasca ambruknya ruang kelas di SMP yang tengah digunakan oleh siswa SD, Kamis (27/3). Akibat ambruknya kelas yang baru dibangun tiga bulan lalu ini, 2 dari 22 siswa kelas 2 SD Pasundan 3 menjalani perawatan di RS Rajawali. Satu orang menderita patah kaki dan satunya lagi tidak sadarkan diri karena retak di pelipisnya.
  
SP/Adi Marsiela.Seorang karyawan SMP Pasundan 9 Babakan Ciparay, Bandung mengumpulkan barang-barang milik siswa SD Pasundan 3 Babakan Ciparay yang tertimpa runtuhan pasca ambruknya ruang kelas di SMP yang tengah digunakan oleh siswa SD, Kamis (27/3). Akibat ambruknya kelas yang baru dibangun tiga bulan lalu ini, 2 dari 22 siswa kelas 2 SD Pasundan 3 menjalani perawatan di RS Rajawali. Satu orang menderita patah kaki dan satunya lagi tidak sadarkan diri karena retak di pelipisnya.
  


sisyphuswashappy wrote on Apr 1
apakah ini akan menjadi pemenang AAS berikutnya, sekaligus dalam 2 kategori? kita nantikan saja
marsiela wrote on Apr 2
hehehehehe........amin
burpingalots wrote on Apr 3
ck ck ck..luar biasa..kalo ngutip perkataan peranakan cina punya kalimat..lu olang lual biasa...jadi minder berteman ma lo di,persis yang lo banggakan selama ini..dikagumi pria diidamkan wanita (kecuali gue..cuihh)....hahahahaha!!
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help