blabliblupblablop..

Jepret Sana Jepret Sini

Posted by adi on Apr 1, '08 8:35 AM for everyone
Auditorium Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung gelap gulita. Lampu bernuansa putih, yang tiba-tiba menyala, hanya menyoroti pemain kibor di atas panggung. Tidak ada pemain musik lain. Yang ada hanya dentingan kibor.

Suara itu juga yang akhirnya digunakan oleh sekitar tiga ribu penonton yang memadati Sabuga, Jumat (14/3) malam untuk bernyanyi bersama.

…It take some time
God knows how long
I know that I can forget you

As soon as my heart stops breakin'
Anticipating
As soon as forever is through
I'll be over you…

Usai refrain lagu itu berakhir, Greg Philinganes sang pemain kibor berdiri sembari mengacungkan tangannya kepada para penonton. Itulah momen terbaik dalam konser Toto "Falling in Between Live World Tour 2008" di Bandung.

Sayangnya, lagu yang sudah cukup dikenal penonton ini hanya dibawakan sekilas. Nuansa nostalgia akan lagu-lagu Toto yang menjadi hit di tahun 80-an terasa kurang menggigit malam itu. Pasalnya, Kota Bandung baru pertama kali ini kedatangan grup musik lawas yang sekarang ini berdomisili di Los Angeles, Amerika Serikat.

Mereka sendiri membuka konser ini dengan tiga lagu sekaligus. Masing-masing Gypsi Train, Caught in The Balance, dan Pamela. Khusus untuk dua lagu pertama, lebih banyak menonjolkan permainan gitar Steve Lukather dan dentuman dram Simon Philips.

Irama kencang di bagian awal konser ini memang masih dapat diikuti oleh Bobby Kimball, sang vokalis. Namun, usia yang semakin tua tidak dapat menipu. Bobby lebih banyak turun naik panggung. Maklum saja, kurang dari 24 jam, mereka baru menggelar pertunjukan serupa di Kota Surabaya.

Meski demikian, Steve Lukather (bernyanyi sembari main gitar), Bobby Kimball (penyanyi), Greg Philinganes (keyboard), Simon Philips (dram), Tony Spinner (gitar), dan Leland Sklar (bas) tampak tidak ingin mengecewakan penggemarnya di Bandung.

Kualitas suara Bobby Kimball juga tidak perlu dipertanyakan. Dia tetap tampil prima, meski sering sekali mengambil nafas dan meminum air mineral sembari berjalan meninggalkan panggung. Dia baru keluar pada saat suaranya akan berpadu dengan Steve, seperti pada lagu Bottom of Your Soul.

Suasana nostalgia kembali terasa usai permainan solo kibor dari Greg. Kali ini telinga penonton dimanjakan oleh hit Toto yang lain, Rosanna. Tanpa dikomando, penonton ikut bernyanyi bersama.

Pemilihan lagu yang banyak dikenal penonton itu bisa jadi sebagai salah satu strategi dari Toto untuk 'mengambil nafas'. Demikian juga waktu mereka menggeber medley lagu-lagu, I'll Supply The Love, Isolation, dan Gift of Faith. “Kita bakal bersenang-senang di sini. Bagaimana kalau kita bernyanyi bersama sembari mengingat masa lalu,” kata Steve mengawali permainan medley tersebut.

Usai bersama-sama, Toto memakai repertoir (susunan lagu) yang memungkinkan personilnya untuk menunjukkan kemampuannya masing-masing. Luke dengan raungan gitarnya bermain dengan penuh penghayatan dalam lagu Kingdom of Desire. Setelahnya, giliran Simon.

Usia yang sudah tua tidak terasa begitu dia menggebuk dan menggilir dramnya. Permainan double pedal pada bas dram ketika membawakan Hydra menunjukan kematangannya sebagai pengganti Jeff Porcaro, pemain dram terdahulu yang meninggal akibat serangan jantung tahun 1992 silam. Medley itu sendiri akhirnya ditutup dengan

Taint your World.

Setelah itu, Steve pun mengenalkan satu persatu personil Toto dengan cara yang unik. Pertama dia memperkenalkan Tony sembari meminta penonton memberikan selamat ulang tahun padanya. Hal yang sama dia lakukan pada saat memperkenalkan 'gandalf of Toto' alias Leland Sklar yang menyolok dengan jenggot panjangnya. “Tahukah anda? Ini juga ulang tahunnya,” kata Steve lagi memprovokasi penonton.

Sama seperti konsernya di Jakarta tahun 2006 lalu, Toto pun menutup penampilannya dengan lagu pamungkas Africa. Lagu penutup ini dimulai oleh suara kibor dari Greg. Penonton yang sudah hafal dan menanti-nanti lagu ini langsung bersorak sembari melambai-lambaikan tangannya.

Perpaduan suara Bobby dan Steve pada nada tinggi sesaat sebelum refrain dinyanyikan menunjukan kualitas vokal keduanya. “It's gonna take a lot to drag me away from you/ There's nothing that a hundred men or more could ever do/ I bless the rains down in Africa/ Gonna take some time to do the things we never had.”

Pada bagian akhir lagu, refrain tersebut diulang-ulang. Makin lama makin melemah. Satu per satu personel Toto mundur dari panggung. Tinggal dentuman dram Simon Phillips. Tak lama, ia pun mundur, dan musik benar-benar berhenti.

Satu hal yang disayangkan dari konser ini adalah penempatan penonton festival. Mereka mengeluhkah perubahan denah tempat dari panitia di tempat konser dari yang semula dipasang di berbagai tempat penjualan tiket. “Masa saya mau nonton speaker,” kata Ipung (33) yang sudah masuk ke tempat festival dan keluar lagi mencari panitia untuk meminta klarifikasi.

Kehebohan ini ternyata menjalar. Tidak hanya satu dua orang saja melainkan hampir seluruh penonton dari kelas festival dari sayap kanan keluar lagi dari dalam tempat konser. “Di denah itu, festival di sebelah VVIP. Masih di depan panggung. Sekarang kenyataannya malah tertutup speaker. Mau lihat apa?” tanya Ijop (35), penonton lainnya.

Sebagian penonton yang tetap bertahan di kelas festival lebih memilih untuk langsung meloncat pagar pembatas di tempat konser untuk pindah kelas. “Daripada saya tidak lihat apa-apa. Ini panitia yang tidak benar, bukan saya,” tegas Anto (28) yang mengaku sangat kecewa dengan panitia.

Untungnya pihak kepolisian berhasil melobi panitia dari Original Production yang menjadi promotor. Para penonton yang merasa kecewa ini akhirnya dipersilahkan masuk ke bagian VVIP yang satu tiketnya dijual dengan harga Rp 300.000. [SP/Adi Marsiela]

SP/Adi Marsiela.Vokalis Bobby Kimball (kiri) bercanda dengan penonton kala gitaris Steve Lukather dan pemain dram, Simon Philips (belakang) mengajak penonton bernyanyi bersama dalam konser Toto bertajuk "Falling in Between Live World Tour 2008" di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Jumat (15/3).
  
SP/Adi Marsiela.Vokalis Bobby Kimball (dua dari kiri), gitaris Steve Lukather (kiri), pemain keyboard, Greg Philinganes (kanan), dan Tony Spinner dari grup musik Toto menghibur penggemarnya dalam konser Toto bertajuk "Falling in Between Live World Tour 2008" di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Jumat (15/3).
  
SP/Adi Marsiela.Vokalis grup musik Toto, Bobby Kimball (kanan) masih bisa menghibur penonton dalam konser Toto bertajuk "Falling in Between Live World Tour 2008" di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Jumat (15/3) meski kelelahan fisiknya seusai konser di Surabaya yang kurang dari 24 jam jarak waktunya.
  
SP/Adi Marsiela.Tempat penonton kelas festival dalam konser Toto bertajuk "Falling in Between Live World Tour 2008" di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Jumat (15/3) terhalang oleh pengeras suara. Para penonton yang merasa tidak nyaman menyaksikan konser dari kelas ini memprotes panitia dan akhirnya dipindahkan ke kelas VVIP.
 1 Comment 


sisyphuswashappy wrote on Apr 1
toollloooolllll sekali!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
satulimasembilan wrote on Apr 1
and this is his birthday................
marsiela wrote on Apr 2
hahaha....oh iya selamat ulang tahun buat si bubu
fakerockstar wrote on Apr 2
iyh, sebel bgt cuman bisa ngeliat speaker doang..ko bisa ya konser musik sekelas TOTO (yg penonton kelas festival-nya cuma dikasih liat speaker doang) gak ada screen-nya..mana lagu2 yg dikenal dibawain medley lagi..KUCIWA :(
wisnuhuhu wrote on Apr 2
di,cipeer tong hilap,inget-inget selalu.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help